Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Aku Lupa Caranya Mengeja

Ada belukar dan semak-semak yang mengelilingi sebuah rumah kayu kecil di pinggir sungai kecil kota itu. Sungai mengalir pelan-pelan, sesekali memiliki tekstur dari terpaan angin di atasnya. Kanan-kirinya tumbuhan air, ada kangkung, enceng gondok, dan  bunga-bungaan kali. Sore itu, pantulan cahaya matahari yang keemasan menjalar dari ujung selatan ke utara sungai kecil itu. Airnya tidak kecoklatan dan jernih kehijauan. Sungai yang lebarnya tidak selebar aspal-aspal ibukota, dan sungai yang syahdunya lebih syahdu dibandingkan cuit burung gereja pagi hari di taman kota. Bisa dibayangkan bagaimana malam di tepi sungai ini? Burung-burung beterbangan ringan di atas air yang tak beriak. Sesekali capung mencoba melawan pertahanan para burung, ketakutan, dan kembali ke jalur semula. Ikan-ikan sesekali menampakkkan diri di permukaan air yang terlihat dampai ke dalam, menembus rerumputan cokelat yang kehitaman. Menyimak lantunan senja, Menimbun lelayu syahdu. Burung merpati deng...