Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Tuhan, Aku Patah Hati

Sudut Kamar Aku menceritakan mengenai dustaku pada sang penulis. Ia membaca tiap kata yang kumunculkan dalam mataku yang tak bisa diam. Patahnya memang belum seberapa, belum juga berkeping-keping dan masih bisa disusun dalam urutan abjad latin. Aku mencoba mendalami tiap kata dari diksi-diksi yang disusun oleh si penulis. Aku memecahkan keheningan yang hati telah bangun dengan bata-bata tua. Pada siapa sebenarnya hatiku betanggung jawab? Selain pada suara malam di ujung hari dan terik di siang. Pada suatu hari, yang mana belukar setinggi lutut dan panas tidak terasa panas. Ada celah-celah daun yang mengizinkan cahaya melaluinya dengan perkara yang paling sederhana. Angin semilir yang menderu, pohon-pohon tinggi menyejukkan, dan pohonan semampai di perhimpunan ilalang. Aku menyimpuhkan harap pada alam, jika berkenan maka terima kasih. Kemudian sayup-sayup dibalasnya harap menjadi kabur atas peruntukan yang tidak seharusnya. Aku menyerah pada perasaan yang sedang kacau oleh apa...