Entah kapan saat pertama kali kau memutuskan untuk membuka surat ini. Setidaknya, izinkan aku mengelak, dan mengatakan bahwa bukan aku yang menulisnya. Tulisan ini memang ideku, semuanya sudah dalam barisan alfabetis dan deret ukur ketentuan di awal yang kita sepakati beberapa dekade silam. Surat ini tidak akan berbicara mengenai diksi-diksi perpisahan lawas, atau susunan kata puitis dengan sajak yang bergantung pada ritme yang ditentukan. Semua kata dalam bait ini, tertulis rapi dengan skema yang jauh lebih taktis. Jika pena dalam bait yang kutulis ini berkuasa untuk bicara dan menyampaikan kejujurannya, maka ia akan berkata lain. Mungkin ia mengaduh-mengeluh dan beropini bebas mengenai kata per kata yang kurangkai! Semua demi membuktikan para kebohongan ini benar adanya. Para pena liar menyebutkan kata per kata dalam paragraf yang jauh lebih sepi. Opini para pena! Kurang lebih begini asumsinya! ……… Hai Serangga, Kuda-kuda liar, dan Bebek yang berarak di pelipir sawah. ...
Karena keberadaanku disini, sudah didesain oleh Tuhan!