
Beliau linguis.
Beliau bertempat tinggal di Jalan Kaliurang 4.5 Jogjakarta dan lahir di Wonosari, Gunungkidul.
Beliau S-2 dan S-3 di Cornell, lalu menikah dengan orang New York (namanya Gloria Poedjosoedarmo) istrinya juga seorang linguis dan sempat mengajar di UGM. Beliau yang kemudian bersedia tinggal di Indonesia. Istri pertama Eyang Prof. Pomo telah meninggal ketika itu.
Eyang dulu dilarang oleh Sang Ibu yang dari wonosari, yang awalnya dapat beasiswa ke Aussie, sudah ditunjukkan eyang Pomo Peta Aussie, dekat. Tetapi Sang Ibu tetap tidak mengizinkan.
Kata Sang Ibu, tidak tega anak pergi jauh2 "nanti kalo gak punya uang saku bagaimana cara ibu mau kasih kamu uang".
Akhirnya mbah buyut (Sang Ibu) Wonosari, tak lama setelah itu wafat.
Jadi, eyang berangkatlah ke jakarta. Gak taunya, eyang dapat kabar bahwa dapat beasiswa S2-S3 di Cornell New York. Lalu eyang ambil sekalian aja ke situ, yg jauh sekalian. Tidak jadi ke Aussie. Dulu kata eyang Pomo, eyang tidak mahir bahasa Inggris. Kalau mengerjakan matematika, nilainya 10. Kalau bahasa, paling tinggi 6.
Tp karena eyang masih tetap lebih tinggi dibanding kawan2nya di wonosari, eyang dipanggil tuk belajar S-1 pendidikan bahasa Inggris.
Kisah ini diceritakan kembali berdasarkan sebuah percakapan dengan cucu eyang Soepomo Poedjosoedarmo.
Foto ini diambil oleh cucunya, Kartika, ketika Prof. Pomo dirgahayu ke-83 minggu lalu.
Prof. Pomo, sehat selalu nggih..
Komentar
Posting Komentar