Langsung ke konten utama

Kecerdasan Mengubah Kehidupan Bangsa


Kecerdasan dan pengetahuan merupakan dua hal yang sangat dekat dan sering disamakan oleh masyarakat dan kerap kali dijadikan syarat utama seseorang dikatakan sukses, selain itu kecerdasan merupakan bekal seseorang untuk memperbaiki taraf hidupnya karena dengan pola pikir yang cerdas seseorang mampu melaksanakan tuntutan akan sumber daya manusia yang bermutu dan mampu berorientasi ke masa depan.
Salah satu implikasi globalisasi dalam pendidikan yaitu adanya deregulasi yang membuka peluang lembaga pendidikan ( termasuk perguruan tinggi asing )  membuka sekolahnya di Indonesia dengan begitu Indonesia mampu memperbaiki kualitasnya. Dengan tingginya kualitas dan mutu sumber daya manusia maka Indonesia mampu mengubah pola pikirnya menjadi Negara yang lebih berkembang dan lebih maju, dan salah satu cara yang paling idealnya adalah memperbaiki kecerdasan individunya.
Kecerdasan adalah salah satu aspek terpenting untuk seseorang mengubah hidupnya, yang kemudian akan diperluas tujuannya untuk kepentingan bangsa. Kecerdasan yang sejati mampu membentuk pribadi yang lebih baik untuk masa depannya, yaitu mampu mengolah fungsi kecerdasan menjadi kepentingan bersama. Kecerdasan mampu diolah menjadi aspek kebutuhan akan informasi ilmiah yang diterapkan dalam penerapan teknologi dan akses ilmiah, sedangkan dalam sisi lain kecerdasan mampu dikembangkan menjadi aspek positif pengembangan informasi umum yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di dalam perkembangannya penguasaan kecerdasan bukan saja digunakan untuk menguasai alam melainkan juga untuk memerangi sesama manusia dan menguasai mereka. Dewasa ini kecerdasan bahkan sudah berada di ambang kemajuan yang memengaruhi reproduksi dan penciptaan manusia itu sendiri. Jadi kecerdasan bukan saja menimbulkan gejala dehumanisasi namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat manusia itu sendiri, atau dengan perkataan lain, kecerdasan bukan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan.
Semakin maraknya penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli, maka mampu membuka peluang yang sangat besar akan perkembangan kecerdasan. Jika dijabarkan lebih lanjut maka kecerdasan mampu mengubah pola pikir masyarakat Indonesia menjadi lebih maju dan berpikir ke depan. Dan kecerdasan mampu menjadi satu tonggak pengukur kemajuan suatu bangsa, semakin besar suatu bangsa mampu menguasai kecerdasan pengetahuan maka semakin pesat pula kemajuan bangsa itu. Tak dapat dipungkiri, beberapa Negara maju memiliki orang-orang cerdas di dalamnya, sebut saja Jerman. Dengan sumber daya manusia yang cerdas, maka Jerman mampu menguasai teknologi dan melahirkan teknologi-teknologi baru yang digunakan di seluruh dunia. Akankah Indonesia mampu memenuhhi kebutuhhan akan kecerdasan?
Sebuah Negara yang besar adalah Negara yang memiliki kuantitas sumber daya manusia yang memadai di ikuti dengan kuantitas sumber daya alam yang diimbangi dengan kualitas sumber daya manusianya. Jadi grafik kemajuan bangsa akan naik apabila kuantitas masyarakatnya diimbangi dengan kecerdasan yang maksimal.
Kecerdasan memerlukan akhlak                            
Akhlak merupakan pola tingkah laku yang sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku di dalam sebuah masyarakat, akhlak erat kaitannya dengan moral, dalam kehidupan beragama seseorang dituntut memiliki akhlak mulia yaitu akhlak yang baik dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dengan akhlak berbudi luhur yang mampu membentuk karakter seseorang menjadi karakter sejati yang bisa dipertanggung jawabkan di dalam masyarakat.
Akhlakul kharimah  adalah perilaku yang seharusnya ditanamkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, memiliki akhlak yang baik akan mempengaruhi pola pikir seseorang menjadi pola pikir yang lurus dan sesuai dengan hukum masyarakat maupun hukum agama. Ketika seseorang telah memenuhi akhlak yang baik, maka ia akan terhindar dari rencana buruk ataupun perbuatan yang melanggar norma dan peraturan hukum. Permasalahan akhlak tidak bisa dilepaskan dengan tekad manusia untuk menemukan kebenaran, sebab untuk menemukan kebenaran dan terlebih lagi untuk mempertahankan kebenaran, diperlukan keberanian akhlak.
Banyak sekali orang cerdas yang hanya mengutamakan nilai intelektualitas saja dan  tidak mementingkan kehidupan berakhlak, namun sebenarnya tanpa landasan akhlak mulia maka kecerdasan mudah sekali tergelincir dalam melakukan prostitusi intelektual. Prostitusi intelektual merupakan salah satu penyalahgunaan penggunaan kecerdasan yang dimiliki seseorang. Seseorang berpikir terlalu realistis tanpa memperhitungkan dampak yang mungkin timbul pada aspek yang lain. Ketika kecerdasan mampu menguasai diri seseorang maka dimungkinkan orang itu tidak akan menggunakan hati nurani ataupun kecerdasan rohani dan berpikir bahwa segala hal mampu didapatkan melalui kecerdasannya. Prostitusi intelektual mampu merambah dalam berbagai bentuk penyalahgunaan, seperti penindasan kecerdasan, penindasan teknologi, penindasan sosial, dimungkinkan penindasan alam dan lain sebagainya. Ketika kecerdasan menjadi prioritas utama, maka manusia akan mengandalkan berbagai cara untuk mendapatkan kecerdasan yang mutlak.
Prostitusi kecerdasan dapat mengakibatkan penindasan kecerdasan, karena ketika seseorang berpikir bahwa ia cerdas, maka ia akan berpikir bahwa tidak ada yang lebih cerdas daripada dirinya sendiri dan ia akan berpikir individualistis dan sombong, namun ada hal lain yang lebih ekstrim, yaitu penindasan teknologi. Dengan kecerdasan dan intelektualitas yang dimiliki seseorang, maka produksi teknologi akan semakin melesat dan semakin maju. Dengan kemajuan teknologi yang tinggi, maka diperlukan penguasaan yang setara pula. Namun dalam kenyataannya masyarakat Indonesia secara umum belum mampu menggunakan teknologi secara maksimal dan dengan produksi teknologi yang kian lama semakin rumit dan cerdas mampu menenggelamkan orang-orang berintelektualitas rendah.
Semakin tingginya penggunaan teknologi maka diperlukan pula sumber daya alam yang memenuhi target produksi, apabila suatu negara tidak memiliki sumber daya alam yang memadahi maa dimungkinkan negara itu akan menjajah negara lain untuk mendapatkan sumber daya itu, namun untuk negara bersumber daya alam tinggi akan melakukan eksploitasi besar-besaran dan berdampak pada pelestarian sumber daya itu, dan dimungkinkan negara itu akan mengalami kemunduran perkembangan, apabial teknologi itu tidak dipergunakan secara maksimal.
Dalam pemanfaatan kecerdasan itu diperlukan niat yang baik dan didasari oleh akhlak yang baik pula. Dengan akhlak yang baik, maka prostitusi kecerdasan akan mampu diminimalkan agar tidak berdampak sosial. Karena dengan prostitusi kecerdasan bisa berdampak pada kehidupan masyarakat non-intelektual. Maka dengan akhlak yang baik kecerdasan tiu tidak akan disalahgunakan oleh ilmuwan yang cerdas untuk melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum.

Contoh konkrit penyalahgunaan kecerdasan adalah perakitan bom, mercon, kembang api berbahaya, obat-obatan terlarang, teknologi internet pada pornografi,dll. Penyalahgunaan itu bisa berdampak pada kehidupan masyarakat secara umumnya, dan dampak yang paling membahayakan adalah perusakan mutu pelajar dan penerus bangsa, maka semakin lama Indonesia tidak akan memiliki penerus bangsa yang kreatif serta berorientasi pada kehidupan yang lebih baik. m. Maka dari itu diperlukan pembelajaran pentingnya menggunakan akhlak yang baik sejalan dengan pembelajaran kecerdasan yang semakin pesat, suapaya manusia mampu menimbang hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk memajukan dirinya atau hal-hal yang mampu menghambat penjelajahan kecerdasan masyarakat yang bertujuan utama untuk memperbaiki kehidupan Indonesia dan meningkatkan taraf hidup penduduknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senin Malam

Tidak jauh dari jalan besar, sebuah mobil patroli polisi dengan suara dari pengerasnya melantang. Tidak ada suara lain yang membuyarkan malam selain bising-bising itu. Makin jauh makin hilang. Beberapa hewan kembali merintih kedinginan di balik kayu-kayu besar dan belukar. Sekali-dua kali rel beku kereta api menderu dan mendesis kepanasan diguyuri lokomotif dengan kecepatan penuh. Hawa dingin dari pohon-pohon berdaun lebat menyisakan banyak ruang sepi yang sengaja disiapkan untuk pagi yang silau. Lorong panjang dalam kereta yang memancarkan lampu remang berkilat berbarengan dengan deru laju. Tiba-tiba angin semilir beradu mau. Membisikkan cerita dari kota ke kota. Malam makin larut dan getir kenangan siang tadi masih nenyesakkan pipa-pipa saluran saraf ke otak. . Akan ada yang datang jika seseorang memutuskan untuk pergi.

Prof. Soepomo Poedjosoedarmo

Beliau linguis. Beliau bertempat tinggal di Jalan Kaliurang 4.5 Jogjakarta dan lahir di Wonosari, Gunungkidul. Beliau S-2 dan S-3 di Cornell, lalu menikah dengan orang New York (namanya Gloria Poedjosoedarmo) istrinya juga seorang linguis dan sempat mengajar di UGM. Beliau yang kemudian bersedia tinggal di Indonesia. Istri pertama Eyang Prof. Pomo telah meninggal ketika itu. Eyang dulu dilarang oleh Sang Ibu yang dari wonosari, yang awalnya dapat beasiswa ke Aussie, sudah ditunjukkan eyang Pomo Peta Aussie, dekat. Tetapi Sang Ibu tetap tidak mengizinkan. Kata Sang Ibu, tidak tega anak pergi jauh2 "nanti kalo gak punya uang saku bagaimana cara ibu mau kasih kamu uang". Akhirnya mbah buyut (Sang Ibu) Wonosari, tak lama setelah itu wafat. Jadi, eyang berangkatlah ke jakarta. Gak taunya, eyang dapat kabar bahwa dapat beasiswa S2-S3 di Cornell New York. Lalu eyang ambil sekalian aja ke situ, yg jauh sekalian. Tidak jadi ke Aussie. Dulu kata eyang Pomo, eyang tidak mahir bahasa Ing...

Kereta dan Roti Aroma Kopi

Pada sebuah sore, aromanya menempel di kerah-kerah baju. Benar kata salah satu kawan baru, jika tidak beli maka rasa dari roti itu akan terus terngiang-ngiang sampai besok lusa. Roti yang katanya aroma kopi meskipun di dalamnya ada pecahan keju yang lumer. Yang paling menyenangkan adalah beli dua dan mendapatkan tiga. Hari itu, lahir sebuah firasat. Seorang berkaos lengan panjang mengenakan topi baret warna hitam menenteng tas agak banyak. Biasanya berisi buku tulisannya yang akan dibagi-bagikan. Kami bertemu. Pertemuan yang tidak disengaja dan bukan seperti biasanya. Sebuah roti berbungkus warna kuning di tangan masing-masing. Bertatapan lama dan saling terbahak menertawakan firasat sore itu. Ada dua buah kereta dengan tujuan berbeda. Satu kereta menuju perjalanan biasanya dan satu lagi mengantarkan pada tugas negara. Kami berpisah di stasiun tua, stasiun yang kini kami sama-sama lupa kabarnya. Dia pergi lebih dahulu menenteng tas yang banyak jumlahnya dan masuk kereta eksklusif denga...