Siang,aku ingin sedikit berbagi, tentang rasa. Ia adalah orang yang buruk bagiku tuk mencintainya. Ia memiliki kharisma yang luar biasa, tampangnya segar dan selalu bisa tenang ketika ia sedang serius. Dia adalah sosok yang jenaka dan selalu tertawa untuk sekadar berbagi canda. Aku menyayanginya, meskipun ini sebuah kesalahan besar yang ku sengaja.
Aku bertemu dengannya, 3 tahun silam. Awalnya biasa saja, bahkan dia terlalu biasa saja, sampai ketika aku terpuruk, ia ada. Di suatu malam, aku sengaja memeluknya ketika ia tertidur. Sebuah laku yang sangat salah ketika itu. Ia tidak terbangun, yang dibenakku adalah belahan jiwaku menyatu menjadi utuh.
Aku belajar untuk menghargai perasaan, hingga ia menyuguhiku senyum yang tiada aku bisa bendung. Hatiku bahagia setengah mati, tersedu sedan, dan sangat hangat. Aku terus mencintainya tanpa alasan yang rasional. Aku menyayanginya tanpa nafsu, sekadar ilusi hati., Aku tahu ku takkan bisa memilikinya meskipun dalam senja yang sebentar.
Ia laksana hati yang utuh datang di saat yang paling tepat.
Komentar
Posting Komentar