Langsung ke konten utama

Mahasiswa BIPA UNS dan salah satu temannya dari INDONESIA :: MEMET SUDARYANTO

           yang berada di paling kanan berbaju warna merah adalah LIANG YUN JING (MEGA) dari Cina, dia memiliki suara yang sangat bagus. Pernah ia bernyanyi di acara Cultural Night UNS. Disampingnya yang menggunakan rok bergaris dan sangat tinggi adalah ESZTER SOTONYI dari HUngaria nama panggilannya Ezter dan dia sangat tinggi. Di belakang Ezter terlihat seorang lelaki (yang kehlihatan kepalanya saja) dari Korea Selatan. Ini temennya Grup Vokal Laki Super Junior kali ya.. Dia bernama SHIN HYEON SOO (JAJANG). Panggilannya keren kan? Jajang, ia pernah tinggal di Bandung, sehingga namanya Jajang. Disamping jajang ada Adrian Crapciu, atau saya suka memanggilnya Mr. Crap, bukan karena dia pelit bukan, tapi karena aku suka Mr. Crap di Film SPongebob Squerepants. Dia memiliki rambut ala-ala Bob Marley dan gayanya sangat santai, dia suka fotografi, jika tidak percaya, cek web ini https://www.facebook.com/lostineast?fref=nf JUDULNYA LOST IN EAST. Hasil jepretennya bagus banget hlo... di depan Mr. Crap ada Rita, HE LI JUN. Saat ini dia tengah menyusun skripsinya di Cina tentang budaya berbusana masyarakat di Kota Surakarta. Beberapa hari yang lalu (12 JUni) Dia pulang ke Cina, huhuhuuhuhuh... Menyedihkan. Oke, kita lanjutkan yang berada di belakangku adalah SAPARMYRAT SAYUNOV dari Turkmenistan, dia cukup ganteng, badannya tinggi, dia juga jenaka dan tidak pernah bersedih. disamping Sapar ada SUNNY (Dia akan bilang : Pasti kamu akan bilang namaku seperti lagu BCL) hhahahha... tapi nama aslinya adalah LAU CHACK CHUN  dia dari HONGKONG, dia sangat luwes dan pintar. DIa suka travelling, dan dia suka dirinya sendiri.. hahhaa.. di depan SUNNY adalah Linh (aku membacanya sama dengan LEARN dalam bahasa Inggris) nama lengkapnya LE NGOC HUYEN LINH dari Vietnam dia memiliki suara sengau dan tidak jelas. Namun ia rajin membaca, dan semuanya pintar. Terakhir yang memakai jilbab warna hijau adalah Nur, dari Thailand. Dia memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang sangat  bagus.


           JIka diilustrasikan maka gambar di atas adalah kartun dari mahasiswa BIPA UNS. Bagus kan gambaranku? semuanya mampu tercermin dengan sangat baik dan rapi.. ciee... calon seniman... Oh... saya mulai lupa, di atas ada 10 mahasisswa, namun di foto sebelumnya hanya ada 9 orang kemudian saya mencoba mengingat-ingat dan menemukan gambar ini. Ternyata Aumad saat itu memotokan, dan di bawah ini adalah pose ketika Aumad digantikan oleh Nur.


 Inilah saya dengan mereka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senin Malam

Tidak jauh dari jalan besar, sebuah mobil patroli polisi dengan suara dari pengerasnya melantang. Tidak ada suara lain yang membuyarkan malam selain bising-bising itu. Makin jauh makin hilang. Beberapa hewan kembali merintih kedinginan di balik kayu-kayu besar dan belukar. Sekali-dua kali rel beku kereta api menderu dan mendesis kepanasan diguyuri lokomotif dengan kecepatan penuh. Hawa dingin dari pohon-pohon berdaun lebat menyisakan banyak ruang sepi yang sengaja disiapkan untuk pagi yang silau. Lorong panjang dalam kereta yang memancarkan lampu remang berkilat berbarengan dengan deru laju. Tiba-tiba angin semilir beradu mau. Membisikkan cerita dari kota ke kota. Malam makin larut dan getir kenangan siang tadi masih nenyesakkan pipa-pipa saluran saraf ke otak. . Akan ada yang datang jika seseorang memutuskan untuk pergi.

Prof. Soepomo Poedjosoedarmo

Beliau linguis. Beliau bertempat tinggal di Jalan Kaliurang 4.5 Jogjakarta dan lahir di Wonosari, Gunungkidul. Beliau S-2 dan S-3 di Cornell, lalu menikah dengan orang New York (namanya Gloria Poedjosoedarmo) istrinya juga seorang linguis dan sempat mengajar di UGM. Beliau yang kemudian bersedia tinggal di Indonesia. Istri pertama Eyang Prof. Pomo telah meninggal ketika itu. Eyang dulu dilarang oleh Sang Ibu yang dari wonosari, yang awalnya dapat beasiswa ke Aussie, sudah ditunjukkan eyang Pomo Peta Aussie, dekat. Tetapi Sang Ibu tetap tidak mengizinkan. Kata Sang Ibu, tidak tega anak pergi jauh2 "nanti kalo gak punya uang saku bagaimana cara ibu mau kasih kamu uang". Akhirnya mbah buyut (Sang Ibu) Wonosari, tak lama setelah itu wafat. Jadi, eyang berangkatlah ke jakarta. Gak taunya, eyang dapat kabar bahwa dapat beasiswa S2-S3 di Cornell New York. Lalu eyang ambil sekalian aja ke situ, yg jauh sekalian. Tidak jadi ke Aussie. Dulu kata eyang Pomo, eyang tidak mahir bahasa Ing...

Kereta dan Roti Aroma Kopi

Pada sebuah sore, aromanya menempel di kerah-kerah baju. Benar kata salah satu kawan baru, jika tidak beli maka rasa dari roti itu akan terus terngiang-ngiang sampai besok lusa. Roti yang katanya aroma kopi meskipun di dalamnya ada pecahan keju yang lumer. Yang paling menyenangkan adalah beli dua dan mendapatkan tiga. Hari itu, lahir sebuah firasat. Seorang berkaos lengan panjang mengenakan topi baret warna hitam menenteng tas agak banyak. Biasanya berisi buku tulisannya yang akan dibagi-bagikan. Kami bertemu. Pertemuan yang tidak disengaja dan bukan seperti biasanya. Sebuah roti berbungkus warna kuning di tangan masing-masing. Bertatapan lama dan saling terbahak menertawakan firasat sore itu. Ada dua buah kereta dengan tujuan berbeda. Satu kereta menuju perjalanan biasanya dan satu lagi mengantarkan pada tugas negara. Kami berpisah di stasiun tua, stasiun yang kini kami sama-sama lupa kabarnya. Dia pergi lebih dahulu menenteng tas yang banyak jumlahnya dan masuk kereta eksklusif denga...